Rabu, 10 November 2010

tentang kemerdekaan.............

1
inilah nusantara
yang terbisikkan namanya dalam diam
yang teteriakkan namanya dalam serak
yang menembus batas negara hingga mengundang
para pedagang dan penjajah
inilah nusantara
yang namanya kemudian menyemangati
para pahlawan bangsa
peluh menetes
darah menetas
bahkan meregang nyawa
inilah nusantara
yang kemudian bernama Indonesia
2
Indonesia
yang melebar luas di bawah cakar burung garuda
yang menyebar luas di lintasan katulistiwa
yang titi tata tentrem gemah ripah loh jinawi
indonesia
namanya ditulis dengan tinta darah
namanya dipahat di atas tubuh-tubuh penuh luka
namanya dibangun atas tulang belulang
Indonesia
yang kini setelah enam puluh tiga tahun merdeka
kembali terluka
darah pahlawan belum juga kering
telah kita lukai luka lama
bahkan kita robek semangat merah putihnya
3
besok ada ribuan bendera berkibar di angkasa persada
seperti tengah menyapu langit
seperti tengah menghapus ratusan pengkhianatan
seperti tengah menyusut ratusan duka nestapa
seperti tengah menghalau ratusan bahkan ribuan koruptor
dari bumi persada
besok ada sekumpulan pemuda tampan dan gadis cantik
mengusung bendera pusaka
menaikkannya di tiang ketinggian
seperti menembus langit persada
menaikkannya dengan iringan Indonesia Raya
seperti menyoraki tiap keletihan kita
besok ada jalanan rapi penuh warna merah dan putih
cat-cat baru menghias di sepanjang jalan raya
seperti hendak menutupi ribuan anak-anak jalanan
dan pedagang asongan
seperti tengah membedaki wajah kita tebal-tebal
seperti tengah memakaikan topeng dua rupa
besok ada yang berdiskusi dan berteriak lantang
mencerca dan memaki tiap kita
saling sikut berebut kuasa
atau makin menindas rakyat jelata
besok ada perayaan-perayaan meriah
berbaris karnaval memenuhi tiap jalanan kota
atau berlomba saja
dan melepaskan sejenak keletihan bekerja
bahkan anak kita yang menangis kelaparan
besok ada pula yang hanya menangis di sudut malam
mensyukuri tiap nikmat Allah
atas kemerdekaan ini
seperti kita

Selasa, 09 November 2010

sejarah cinta

Saat cinta ada
Suara sering bersabda
Ia menyerukan tabir suci
Yang meng-konon-kan
Rasa, makna, dan bahasa

Dan ketika cinta sirna
Semua kembali pada zaman purba
Dimana cinta dianggap tak berguna
Karena hanya bisa bicara saja

Lalu datanglah kembali…
Satu masa, dimana cinta dianggap biasa
Seperti pakaian dan celana dalam wanita
Yang dijual pedagang kaki lima
“Cinta! Cinta! Lima ribu tiga!” katanya.

Sabtu, 06 November 2010

Kamis, 04 November 2010